Berterimakasihlah
Di pinggir pohon besar yang daunnya rindang terdapat seekor Keledai yang sedang memilah makanannya untuk dikemas dan dibawa pulang. Tidak butuh waktu lama untuk melakukan semua itu karena dia terkenal gesit dan teliti. Keledai itu berjalan menyusuri hutan berharap tidak datang hujan juga gelapnya jalan. Jalan kali ini tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan, karena tidak lama setelah cerah berganti mendung membuatnya kesusahan untuk berjalan. Kele dai ini takut dengan mendung, karena baginya mendung adalah tanda langit akan marah dengan menyabetkan petir yang kerasnya menyayat ruh. Keledai masih yakin, dirinya akan tetap selamat dan sampai di tempat berteduhnya. Dia bertemu Beruang, saat jalan pulang tinggal separuhnya lagi. "Beruang. Kenapa kau masih di sini?" Tanya Keledai sambil menyapa sahabatnya si Beruang. "Ini Keledai, aku takut kalau sudah datang mendung. Bagiku mendung adalah tanda langit akan runtuh." Katanya, polos. "Hahaha, jelas...