Tekad dan Niat ya, Bukan Nekat.
Pada gelapnya malam, seekor semut sedang berjalan menyusuri lubang yang telah ditemukannya. Dia sedang tersesat sebenarnya, namun dia yakin dari lubang yang gelap inilah tadi dia keluar. Seekor semut yang sendirian memberanikan diri untuk terus melangkah demi kembali ke rumah semut dan berkumpul dengan keluarganya, walau lubang itu terlihat menyeramkan dan sangat gelap. Baginya, dia harus bertanggung jawab dengan dirinya sendiri karena dia telah berpikir paling bisa hingga ak hirnya membuat dirinya menjadi sombong saat menentukan jalan untuk mencari makan atau sekedar besenang-senang untuk dirinya. Hal inilah yang akhirnya membuat dia tersesat dan kehilangan rasa rendah hatinya. Semut pun sangat menyesal, dia berharap menemukan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan lebih memikirkan kebahagiaan oranglain dan bukan hanya untuk memenuhi sikapnya dan sifatnya yang egois dan individualis. Dia terus melangkah, walau sangat pelan dan sangat takut. Di dalam hati semut hanya ada sebuah...