Makna Toleransi
Dalam hidup, kita pasti akan menemukan proses menuju hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya. Menemukan tantangan baru dan pemikiran yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya karena tantangan itu adalah hal yang kita inginkan yang tentunya sudah di tentukan Allah SWT kepada kita hingga akhirnya kita berserah dan usaha serta mensyukuri apa yang telah diberikanNya. Itulah sebagai contoh rasa toleransi kita dan begitu toleransinya Allah kepada hambaNya yang mau mengejar ridho-Nya.
Toleransi mengandung pengertian sosial, budaya dan agama yang berarti sikap yang intinya melarang adanya diskriminan baik diantara individu atau kelompok dalam suatu lingkup intern atau ekstern. Atau sikap yang harus dimuat ketika ada penolakan kehadiran kelompok lain atau individu lain di karenakan alasan tertentu, baik dalam beragama, hal politik atau yang lainnya yang hanya menyebabkan dunia ini semakin sempit untuk bergerak dan penuh dengan rasa kebencian. Na’udzubillahimindzalik. Uraian mengenai toleransi itu sendiri juga dapat dipahami oleh hal-hal berikut :
- Tidak berbicara sendiri saat ada yang menerangkan, dengarkanlah dengan seksama dan carilah apa kesimpulannya, agar orang tersebut merasa lebih dihargai dan agar anda dihargai juga kehadirannya.
- Menghormati apa saja yang diadakan agama lain. Tak usah mengolok-olok atau bahkan berdemonstrasi sekalipun saat peristiwa spiritual agama lain berlangsung.
- Mengurangi volume suara kita, hp atau gadget yang lainnya yang dapat menyebabkan orang lain terganggu.
- Menghargai argumen orang yang berbeda, pahami dulu apa maksudnya dan jika anda mendapatkan kerancuan maka segeralah menyanggah dengan rasa hormat dan tidak mengurangi wibawa sang Narasumber.
- Menghormati tamu kita, karena hal itu dianjurkan rosullullah SAW. Karena hal ini termasuk adab orang islam, akhlak para Nabi dan tatakrama orang yang mulia. Dengan menunjukan sikap senang atas kehadirannya, berkata lemah lembut dan sopan santun, menjamunya dengan makanan dan minuman yang paling baik yang kita punya, serta menunjukan rasa persahabatan yang tinggi.
- Menjenguk teman sakit. Rosulullah SAW bersabda, "Tiada seorang muslim yang menjenguk orang muslim lainnya pada pagi hari kecuali ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari; dan jika ia menjenguknya pada sore hari maka ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari, dan baginya kurma yang dipetik di taman surga." (HR Tirmidzi, "Hadits hasan.")11
- Mendengarkan nasehat yang orang lain berikan kepada kita.
- Tidak menunjukan rasa benci, iri pada hal-hal yang sebenarnya tidak ada manfaatnya untuk kita lakukan.
- Cepat memaafkan dan memberi maaf saat terjadi kesalahpahaman.
- Berterimakasih setelah mendapat atau sebelum mendapat bantuan orang lain, atau karena perhatiannya yang tertuju kepada kita.
- Tidak meremehkan hasil karya orang lain juga semangat yang dimiliki orang lain.
Negara
Kesatuan ini, memiliki contoh sikap toleransi yang seharusnya patut dicontoh
Negara lain, seperti Israel atau Amerika sekalipun. Mengapa perlu dicontoh? Karena
Republik Indonesia ini memiliki banyak Agama yang hidup dalam masyarakatnya dan
sampai medarah daging kepercayaannya. Sebagai contoh sikap ini, adalah kota
kupang. Saat agama islam mengadakan acara Sholat Ied, para nonmuslim disana
membantu mengamankan kegiatan tersebut agar dapat terselenggara dengan lancar
tanpa ada gangguan sekalipun, hingga saat nonmuslim menjumpai acaranya maka
tinggal para muslimlah yang membantu mengamankan acara tersebut.
Perbedaan yang senang kita tunjukan kepada orang-orang yang kita rasa berbeda dengan kita hanya akan menyebabkan fikiran kita menjadi sempit, negara semakin terjajah, persatuan tidak pernah menemui titik keseimbangannya, pembangunan negara ini semakin tak terkendali, hilangnya semangat berkelompok dan akhirnya hanya akan menjatuhkan bangsa ini dari peradaban.
Perbedaan yang senang kita tunjukan kepada orang-orang yang kita rasa berbeda dengan kita hanya akan menyebabkan fikiran kita menjadi sempit, negara semakin terjajah, persatuan tidak pernah menemui titik keseimbangannya, pembangunan negara ini semakin tak terkendali, hilangnya semangat berkelompok dan akhirnya hanya akan menjatuhkan bangsa ini dari peradaban.
Jadi
mengapa kita tidak berusaha berfikir lebih dewasa dan pada akhirnya menyatukan
tujuan kita, tujuan akhir dari bangsa ini agar negara ini mampu menjadi negara
maju yang hebat, pintar atau bahkan mengurangi tingkat pengangguran, kemiskinan
atau mungkin memberikan kesejahteraan untuk rakyat yang dulunya suka berdemo
karena harga-harga membuat kantong mereka semakin sempit. Anda setuju?
Karena
toleransi bukanlah omong kosong saja, Allah SWT berfirman dalam surah
Al-Kafirunyang intinya menjelaskan bahwa Antar Umat berbeda agama atau
kepercayaan dilarang untuk mencampur adukkan akidah dan keimanan islam dengan
ajaran agama lain. Penolakan terhadap praktik peribadatan orang muslim hal
ini membuktikan kepada umat islam zaman dulu untuk saling bertoleransi tapi
tidak pada hal akidah, keimanan dan ibadah, kalau sudah menyangkut tiga hal
diatas islam sudah tidak mengenal toleransi lagi.
Keberagaman
dan perbedaan ini tidak dapat dimusnahkan atau bahkan ditolak sekalipun, karena
perbedaan ini akan tetap ada dan hidup berdampingan hingga akhir nanti. Dan hal
ini juga telah difirmankan Allah dalam surah Hud ayat 118 yang intinya Allah
SWT berkehendak manusia menjadi satu umat, tapi Allah akan senantiasa
menyelisihkan pendapat mereka.
Perbedaan
agama dan keyakinan serta pendapat tidak menutup jalan untuk tetap saling
menolong, menjadi alasan untuk bermusuhan melainkan untuk bersikap bijaksana
dan adil serta menerapkan rasa toleransi yang tinggi seperti teladan presiden
Abdurrahman Wahid yang menjadi salah satu tokoh toleran yang mendunia.
Kesimpulannya,
saat kita menanamkan rasa toleransi kita kepada orang, sama halnya kita akan
mengetuk hati orang tadi agar mau juga bertoleransi dengan kita.
Komentar
Posting Komentar