Ketenangan hati untuk yang beriman
Setiap manusia, pasti pernah mengalami perasaan yang sangat
tidak enak untuk dirasakan. Pernah mengalami goncangan hati yang membuat
emosi, atau bahkan pernah menyulutkan bara api antar saudaranya
dikarenakan sebuah masalah atau perbedaan.
Itulah
rasa yang sangat penuh cobaan, setiap manusia dimintai kesabarannya.
Sejauh mana kesabarannya dan ketaatannya kepada Allah SWT. Saat itulah
hati diminta untuk tetap ingat Allah dan berpegang teguh pada satu
prinsip sabar dan ikhlas.
Bicara
soal hati tidak akan pernah selesai, selalu akan muncul fenomena baru
dan pertanyaan baru. Hati adalah organ yang sangat penting. Kalau hati
telah berpenyakit maka organ lain pun pasti sudah terjangkit sakit.
Sehingga kita butuh solusi untuk selalu menyehatkan hati kita.
Lalu,
bagaimana caranya? Kita sebagai orang yang mempunyai agama, mempunyai
Tuhan, percaya pada kehadiran-Nya, maka kita harus senantiasa
mengimaninya, menjalankan perintah dan menjauh dari segala yang
dilarang-Nya. Semata-mata untuk mendapatkan ridho dari-Nya.
Ketenangan adalah karunia Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman. Tentang hal ini Allah berfirman:
“Dia-lah
yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin
supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah
ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)
Jadi,
Allah akan menurunkan ketenangan untuk kita, level ketenangan yang
sakinah yang kita peroleh jika kita termasuk umat yang beriman.
Syaikh
Abdurrahman As-Si’dy rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan tentang
karunia-Nya atas orang-orang yang beriman dengan diturunkan kepada hati
mereka sakinah. Ia adalah ketenangan dan keteguhan dalam kondisi
terhimpit cobaan dan kesulitan yang menggoyahkan hati, mengganggu
pikiran dan melemahkan jiwa. Maka diantara nikmat Allah atas orang-orang
yang beriman dalam situasi ini adalah, Allah meneguhkan dan menguatkan
hati mereka, agar mereka senantiasa dapat menghadapi kondisi ini dengan
jiwa yang tenang dan hati yang teguh, sehingga mereka tetap mampu
menunaikan perintah Allah dalam kondisi sulit seperti ini pun. Maka
bertambahlah keimanan mereka, semakin sempurnalah keteguhan mereka.”
(Taisir al Karim: 791)
Jangan
risaukan hati yang risau, biarkan dia tetap pada jalan Allah yang sangat
penuh dengan rahmat. Karena dibalik setiap cobaan yang dia berikan,
selalu terdapat hikmah dan nilai yang membuat kita akan mendapati
tingkat keimanan yang lebih tinggi derajatnya.
Sabar, ikhlas dan tawaduk akan senantiasa membuatmu dalam jangkauan kasih dan sayang-Nya. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar